GEOLOGI REGIONAL DAERAH LOMBLEN, NUSA TENGGARA TIMUR

Daerah Lomblen merupakan pulau-pulau yang berlokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara fisiografi, kepulauan ini terdiri dari pulau-pulau vulkanik dan rangkaian terumbu karang yang tersebar di sepanjang Lautan Sawu dan Flores. Keseluruhan pulau-pulau di Nusa Tenggara terletak pada dua jalur geantiklinal dimana jalur ini merupakan perluasan busur Banda yang ada di sebelah barat. Geantiklinal ini membujur dari timur sampai melewati pulau-pulau Romang, Wetar, Kambing, Alor, Pantar, Lomblen, Solor, Adonara, Flores, Rinca, Komodo, Sumbawa, Lombok dan Bali.

Secara geomorfologi, daerah Lomblen memiliki beberapa bentukan morfologi yang khas diantaranya morfologi berupa morfologi struktural, morfologi vulkanik, morfologi karst dan morfologi dataran. Mofologi struktural berupa perbukitan dengan lereng yang cukup terjal dimana terdapat cukup banyak struktur geologi berupa sesar maupun kekar. Pada daerah Lomblen terdapat banyak kelurusan-kelurusan yang memang mengindikasikan terdapatnya struktur geologi. Sehingga dapat diketahui bahwa pada daerah seperti ini bentuk lahannya memang sangat dipengaruhi oleh kehadiran struktur geologi. Morfologi yang kedua yaitu morfologi vulkanik merupakan bentuk lahan yang berupa bagian dari tubuh-tubuh gunungapi yang ada seperti dinding kaldera dan lava dome. Morfologi vulkanik ini memiliki pelamparan paling besar di Lomblen. Selanjutnya adalah morfologi karst berupa kenampakan-kenampakan khas dari litologi batugamping seperti goa, lapies dan jembatan alam. Morfologi karst ini paling banyak berada di tepian-tepian pulau dekat dengan lautan. Terakhir yaitu morfologi daratan berupa kenampakan dataran yang lerengnya sangat landai terdiri atas dataran fluvial dan dataran alluvial.

Secara stratigrafi, daerah Lomblen tersusun atas formasi-formasi dari tua ke muda sebagai berikut:

  1. Formasi Kiro (Miosen bawah – tengah)

Pada formasi ini tersusun atas litologi berupa lava, breksi dan tufa pasir gampingan.

  1. Formasi Nangapanda (Miosen tengah)

Pada formasi ini tersusun atas litologi berupa tufa pasiran, breksi tufaan, batugamping pasiran dan batupasir tufaan.

  1. Intrusi Granodiorit (Miosen tengah – atas)

Tersusun atas litologi berupa batuan beku intrusi intermediet granodiorit.

  1. Formasi Alor, Formasi Waihekang, Formasi Laka (Miosen atas – Pliosen)

Formasi Alor tersusun atas litologi berupa lava, breksi dan tufa pasiran gampingan. Formasi Waihekang tersusun atas litologi berupa batugamping dan batupasir gampingan. Formasi Laka tersusun atas litologi berupa tufa pasiran gampingan dan tufa napalan. Hubungan ketiga formasi ini menjari dan ketiganya memiliki umur yang sama yaitu antara Miosen atas hingga Pliosen.

  1. Intrusi Diorit (Pliosen)

Tersusun atas litologi berupa batuan beku intrusi intermediet diorit.

  1. Batuan Gunungapi Tua (Plistosen)

Tersusun atas litologi berupa lava, breki, agglomerat, tufa, pasir gunung api dan tufa pasiran batuapung.

  1. Batuan Gunungapi Muda, Undak Pantai, Batugamping coral, Aluvium (Holosen).

Batuan gunungapi muda tersusun atas litologi berupa lava, agglomerat, bom, kerikil, pasir dan abu gunungapi. Undak pantai tersusun atas litologi berupa perselingan konglomerat dan batupasir kasar yang sedikit gampingan. Batugamping coral tersusun atas batugamping. Aluvium tersusun atas kerakal dan kerikil andesit, pasir, lanau. Keempat jenis litologi ini memiliki umur yang sama yaitu Holosen.

Berikut ini merupakan hubungan antar formasi di daerah Lomblen :

Stratigrafi peta Lomblen.jpg

Sumber gambar: Koesoemadinata, S. Noya, N. 1989. Peta Geologi Lembar Lomblen, Nusa Tenggara Timur. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Secara struktur geologi, daerah Lomblen cukup dikontrol oleh struktur geologi. Terlihat dari peta, terdapat banyak kelurusan-kelurusan baik kelurusan lembah maupun kelurusan punggungan. Struktur geologi yang ada berupa struktur kekar dan sesar dimana sesarnya berupa sesar turun dan sesar naik.

  1. Sesar turun

Banyak terdapat di bagian timur Lomblen yaitu di Pulau Alor. Sesar turun ini memotong litologi berupa lava dan breksi dari Formasi Alor.

  1. Sesar naik

Terdapat di sebelah barat Pulau Alor yang berbatasan dengan Selat Pantar. Sesar naik ini memotong litologi berupa batuan beku intrusi granodiorit.

 

Daftar Pustaka:

Koesoemadinata, S. Noya, N. 1989. Peta Geologi Lembar Lomblen, Nusa Tenggara Timur. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

http://ict.unm.ac.id/public/data/Bahan%20Ajar/Geografi/Geomorfologi%20Indonesi/Geomorfologi%20-%20Bali%20dan%20Nusa%20Tenggara.pdf diakses pada Senin, 6 Februari 2017 pukul 20.21 WIB.

http://www.bkmd.nttprov.go.idhttp://www.tempointeraktif.com diakses pada Senin, 6 Februari 2017 pukul 20.28 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s